Sertifikasi Keahlian Di Bidang IT

0 komentar

Sertifikasi Keahlian Di Bidang IT
Yunnisa Mutiara Sari 18110792
Komang Anom Budi Utama 13110912
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma, 2014

ABSTRAK

Sertifikasi keahlian di bidang IT dibutuhkan untuk mendapatkan pengakuan atau spesifikasi untuk bidang spesialisasi anda. Seperti pengalaman terhadap penggunaan software tertentu yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Selain itu Standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau institusi untuk menilai kemampuan calon pegawai atau pegawainya.

Sertifikasi adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk : Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi, Membentuk standar kerja TI yang tinggi, Pengembangan profesional yang berkesinambungan.

PENDAHULUAN

Teknologi Informasi (IT) merupakan teknologi yang selalu berkembang baik secara revolusioner (seperti  misalnya perkembangan dunia perangkat keras), maupun yang lebih bersifat evolusioner (seperti yang terjadi pada perkembangan perangkat lunak). Hal itu mengakibatkan bahwa pekerjaan di bidang Teknologi Informasi menjadi suatu pekerjaan di mana pelakunya harus terus mengembangkan ilmu yang dimilikinya untuk mengikuti perkembangan Teknologi Informasi tersebut. Artinya, seseorang yang sudah sampai pada level “ahli” di satu bidang pada saat ini, bisa ketinggalan pada bidang yang sama di masa depan jika tidak mengikuti perkembangan yang ada.

Banyak alasan mengapa kita perlu mendapatkan sertifikasi IT (Information Technology). Sertifikasi di bidang Teknologi Informasi akan memberikan kredibilitas bagi pemegangnya. Sertifikasi Internasional IT bertaraf internasional menunjukkan para Professional Teknologi Informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan.

Sertifikasi IT juga memberikan keunggulan bersaing bagi perusahaan, khususnya dalam pasar global karena kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi Informasi telah diuji dan didokumentasikan.

PEMBAHASAN

Sertifikasi adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk : Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi, Membentuk standar kerja TI yang tinggi, Pengembangan profesional yang berkesinambungan.

Syarat profesionalisme yang harus dimiliki pekerja IT antara lain :
  • Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya
  • Penguasaan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset dan praktis
  • Pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan.

Selain syarat di atas, para pekerja di bidang IT butuh adanya sertifikasi sebagai penunjang profesionalisme dibidang IT. Manfaat adanya sertifikasi profesionalisme :
  • Ikut berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional
  • Pengakuan resmi pemerintah tentang tingkat keahlian individu terhadap sebuah profesi
  • Pengakuan dari organisasi profesi sejenis, baik tingkat regional maupun internasional
  • Membuka akses lapangan pekerjaan secara nasional, regional maupun internasional
  • Memperoleh peningkatan karier dan pendapatan sesuai perimbangan dengan pedoman skala yang diberlakukan

Nilai Sertifikasi IT untuk Peningkatan Bisnis Perusahaan
  1. Memberikan keunggulan bersaing yang nyata.
  2. Memberikan pelayanan pada tingkat yang lebih tinggi.
  3. Meningkatkan produktivitas kerja.
  4. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang lebih lengkap.
  5. Meningkatkan kredibilitas terhadap mitra bisnis dan pelanggan.
  6. Memberikan dampak terukur untuk efisensi dan keuntungan bisnis.
  7. Menjadi tujuan penting bagi bisnis perusahaan.

Alat yang penting untuk mempertahankan dan mendapatkan SDM
  1. SDM yang memiliki sertifikasi IT lebih loyal dan kurang suka berganti pekerjaan.
  2. Sertifikasi IT adalah suatu cara untuk mempertahankan SDM berkompetensi.
  3. Berfungsi sebagai pembeda tingkat kemampuan antara staff senior dan staff baru.
  4. Berfungsi sebagai skala pembanding untuk kemampuan teknis.
  5. Sertifikasi IT memungkinkan pemilihan yang lebih baik dalam proses rekruitmen.
  6. Memberikan perusahaan sebuah standar kemampuan yang konsisten.
  7. SDM yang memiliki sertifikasi mampu melakukan fungsi pekerjaan dengan baik.

Lembaga – Lembaga yang Melakukan Sertifikasi di Bidang IT

sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu : Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc. Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing)

Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut. Lembaga-lemabaga yang melakukan sertifikasi di bidang IT :

Microsoft.Net Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD). sertifikasi untuk keterampilan dalam teknologi database yang banyak digunakan yaitu sertifikasi untuk Oracle dan Microsoft SQl Server.
Oracle Sampai sekarang perusahaan software kedua terbesar di dunia ini masih merupakan penikmat pangsa pasar terbesar untuk software database. Ini membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikasi yang paling populer dan banyak dicari.
Microsoft Microsoft menawarkan satu jenis sertifikasi untuk penguasaan teknologi produk database andalannya, Microsoft SQl Server. Microsoft Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan kemampuan merancang, mengimplementasi, dan melakukan administrasi database Microsoft SQl Server.

Sertifikasi di Bidang Jaringan

Sertifikasi yang paling populer di bidang jaringan adalah sertifikasi Cisco. Memang bukan rahasia bahwa Cisco merupakan pemegang pangsa pasar terbesar di bidang jaringan sampai saat ini. Selain sertifikasi Cisco, sertifikasi di bidang jaringan yang juga cukup populer adalah sertifikasi yang diberikan oleh CompTIA, Novell, dan Solaris
Certified Internet Web Master

Jika ingin dianggap jago di bidang Internet, Anda bisa mengambil sertifikasi yang dikeluarkan oleh Certified Internet Web Master(CIW). Jalur sertifikasi CIW ini sangat beragam mulai sertifikasi untuk pemula sampai master

Lembaga yang Melakukan Sertifikasi, yaitu

LSP-Telematika
LSP Telematika dibentuk oleh pemerintah dan setelah terbentuk harus dilaksanakan oleh komunitas Telematika dan bersifat independen. Bertugas menyelenggarakan standarisasi kompetensi kerja, menyiapkan materi uji serta mengakreditasi unit-unit Tempat Uji Kompetensi dan menerbitkan Sertifikasi Kompetensi bidang Telematika.
Keuntungan Sertifikasi di LSP-Telematika adalah:
LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para profesional di bidang telematika. Dalam perkembangannya, LSP Telematika menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri. Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.

LSP-TIK
Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia (LSP TIK) didirikan pada tanggal 1 Mei 2007, dengan tujuan untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan dengan adanya kebutuhan tenaga kerja profesional maka dibutuhkan pengakuan kompetensi para tenaga profesional baik nasional ataupun internasional. Pengakuan tersebut bisa diperoleh jika telah dinyatakan kompeten dalam bidang informasi dan komunikasi oleh sebuah lembaga yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). LSP TIK merupakan lembaga yang telah memiliki lisensi dari BNSP (Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi nomor 19/BNSP/VII/2007) untuk melakukan proses pembuktian bahwa seorang tenaga yang profesional benar-benar kompeten dalam bidang kompetensinya. Sehingga tenaga professional tersebut mendapatkan pengakuan Kompetensi profesi yang dimilikinya baik secara Nasional ataupun Internasional. Pembuktian kompetensi yang dilakukan oleh LSP TIK berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan rumusan kemampuan profesi seseorang yang mencakup seluruh aspek yang diperlukan untuk menentukan kompetensi seseorang, misalnya pengetahuan, ketrampilan, keahlian, dan sikap. Seseorang yang sudah dinyatakan kompeten harus member laporan kepada LSP TIK minimal satu tahun satu kali, sehingga kompetensi pada profesionalismenya tetap tercatat dan diakui oleh LSP TIK maupun BNSP.


KESIMPULAN

Sertifikasi adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk : Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi, Membentuk standar kerja TI yang tinggi, Pengembangan profesional yang berkesinambungan.

Referensi :
http://tondymargo.wordpress.com/2013/07/05/eptsi-sertifikasi-keahlian-di-bidang-it/


Sertifikasi Software dan Database Development

0 komentar

Sertifikasi Software dan Database Development
Yunnisa Mutiara Sari 18110792
Komang Anom Budi Utama 13110912
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma, 2014

ABSTRAK

Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Bagi mereka yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi sertifikasi.

PENDAHULUAN 

MENINGKATNYA IMPLEMENTASI TI MULAI DARI OPERASIONAL BISNIS BIASA SAMPAI KE JARINGAN PERUSAHAAN YANG LEBIH KOMPLEKS MENYEBABKAN KEBUTUHAN TENAGA TI TIDAK HANYA DIRASAKAN OLEH PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI BIDANG TI, TETAPI JUGA NONTI. SEIRING DENGAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA TI YANG DIPERKIRAKAN AKAN TERUS MENINGKAT, BERBAGAI POSISI ATAU JABATAN BARU DI BIDANG TI JUGA BERMUNCULAN. JIKA ANDA BERADA BERADA DI ANTARA RATUSAN PELAMAR YANG BERHARAP MENGISI BEBERAPA LOWONGAN DI BIDANG TI, APA YANG BISA MEMBUAT ANDA BERBEDA DENGAN PELAMAR-PELAMAR LAIN? LALU JIKA ANDA SUDAH MENJADI SALAH SATU BAGIAN DARI TENAGA TI DAN INGIN MENITI TANGGA KARIER, APAKAH YANG BISA ANDA LAKUKAN UNTUK MENEGASKAN KUALITAS ANDA DIBANDING SEKIAN BANYAK REKAN SEPROFESI ANDA? APA YANG DAPAT MENJADI JAMINAN UNTUK PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG INGIN MEMBAYAR ANDA UNTUK SOLUSI TI YANG DAPAT ANDA BERIKAN ?.

SALAH SATU JAWABANNYA ADALAH DENGAN MENDAPATKAN PENGAKUAN ATAU SERTIFIKASI UNTUK BIDANG SPESIALISASI ANDA. MUNGKIN AKAN MUNCUL PERTANYAAN, APAKAH PENDIDIKAN FORMAL YANG SUDAH ANDA KANTONGI BELUM CUKUP UNTUK MEMBUKTIKAN KEMAMPUAN ANDA?.CEPATNYA PERKEMBANGAN TI SERTA SEMAKIN KOMPLEKSNYA TEKNOLOGI TIDAK MEMUNGKINKAN BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN UNTUK MENGADOPSI PERUBAHAN SECARA CEPAT. KETERBATASAN KURIKULUM, DAN KEINGINAN UNTUK INDEPENDEN TERHADAP PRODUK TERTENTU MENJADI KENDALA MENGHADAPI PERUBAHAN TERSEBUT. DI SISI LAIN KEBUTUHAN TENAGA KERJA TI SERING MEMBUTUHKAN KOMPETENSI YANG LEBIH SPESIFIK, SEPERTI PENGALAMAN TERHADAP PENGGUNAAN SOFTWARE TERTENTU YANG DIIMPLEMENTASIKAN DALAM PERUSAHAAN TERSEBUT. HAL INI MENDORONG TURUN TANGANNYA PARA VENDOR UNTUK IKUT TERJUN DALAM PROGRAM PENDIDIKAN YANG PADA AKHIRNYA MELAHIRKAN STANDAR KOMPETENSI ATAU SERTIFIKASI.

ADANYA STANDAR KOMPETENSI DIBUTUHKAN UNTUK MEMUDAHKAN BAGI PERUSAHAAN ATAU INSTITUSI UNTUK MENILAI KEMAMPUAN (SKILL) CALON PEGAWAI ATAU PEGAWAINYA. ADANYA INISIATIF UNTUK MEMBUAT STANDAR DAN SERTIFIKASI SANGAT DIBUTUHKAN. NAMUN MASIH TERDAPAT PERMASALAHAN SEPERTI BERAGAMNYA STANDAR DAN SERTIFIKASI. SEBAGAI CONTOH, ADA STANDAR DARI AUSTRALIAN NATIONAL TRAINING AUTHORITY. STANDAR DAN SERTIFIKASI DAPAT DILAKUKAN OLEH BADAN YANG RESMI DARI PEMERINTAH ATAU DAPAT JUGA MENGIKUTI STANDAR SERTIFIKASI DI INDUSTRI, YANG SERING JUGA DISEBUT VENDOR CERTIFICATION. UNTUK CONTOH YANG TERAKHIR (VENDOR CERTIFICATION), STANDAR INDUSTRI SEPERTI SERTIFIKAT DARI MICROSOFT ATAU CISCO MERUPAKAN STANDAR SERTIFIKASI YANG DIAKUI DI SELURUH DUNIA. PADAHAL STANDAR INI DIKELUARKAN OLEH PERUSAHAAN, BUKAN BADAN SERTIFIKASI PEMERINTAH. MEMANG PADA INTINYA INDUSTRILAH YANG MENGETAHUI STANDAR YANG DIBUTUHKAN DALAM KEGIATAN SEHARI-HARINYA.

PEMBAHASAN 

  • SERTIFIKASI UNTUK BAHASA PEMROGRAMAN
Di bagian ini akan dibahas dua sertifikasi TI dalam hal penguasaan kemampuan yang terkait dengan bahasa pemrograman. Yang dipilih adalah sertikasi untuk bahasa pemrograman Java dan sertifikasi untuk bahasa pemrograman yang menggunakan platform Microsoft .Net.

a. Java

Pengunaan bahasa Java dalam pembuatan aplikasi terus menunjukkan peningkatan. Secara pasti bahasa pemrograman Java mulai merebut pangsa pasar yang dulunya diisi oleh bahasa-bahasa seperti COBOL, Cobol, Visual Basic, C, System/390 Assembler dan SmallTalk. Tentunya hal ini diikuti dengan semakin tingginya kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai bahasa pemrograman Java.
Sertifikasi Java dapat dimanfaatkan oleh paling tidak empat segmen.
  1. Pertama, mereka yang ingin melakukan transisi karier dari posisi nonteknis ke pengembangan aplikasi dan software. Yang dimaksud di sini adalah mereka yang memiliki pengalaman nol dalam profesi TI tetapi tertarik untuk beralih profesi ke bidang TI yang mungkin dinilai lebih menggiurkan.
  2. Kedua, mereka yang sudah bergerak dalam bidang TI dan berniat untuk melakukan perpindahan posisi di perusahaan tempat mereka bekerja. Jika Anda sedang merancang sebuah rencana untuk meningkatkan kredibilitas, tanggung jawab dan sukses di organisasi Anda saat ini, sertifikasi layak menjadi komponen utama dari rencana tersebut, utamanya jika Anda bekerja di perusahaan kecil atau menengah. Sementara jika Anda memiliki keterampilan TI tetapi tidak memiliki pengalaman menggunakan Java, sertifikasi Java dapat memberi Anda kesempatan untuk mencoba pekerjaan yang menggunakan Java.
  3. Ketiga, konsultan Java yang ingin memvalidasi keterampilan mereka dan meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien.
  4. Keempat adalah para profesional TI yang sedang memikirkan untuk pindah perusahaan. Saat ini banyak lowongan kerja yang menyebutkan sertifikasi Java sebagai suatu kualifikasi yang dapat mejadi nilai tambah. Tentu saja adanya sertifikat dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan dengan upah yang lebih tinggi.
b. Microsoft.Net

Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).

Sertifikasi MCAD dibuat oleh Microsoft sebagai respon terhadap kebutuhan industri akan sebuah sertifikasi yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan, memaintain, dan mendeploy aplikasi Web atau desktop berbasis Windows dengan skala kecil sampai menengah. MCAD ditujukan untuk mereka yang lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan aplikasi, komponen, atau layanan database dan jaringan berskala kecil sampai menengah pada platform Windows.

Sertifikasi yang kedua adalah Microsoft Certified System Developer (MCSD). Sertifikat MCSD merupakan salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang dikenal baik di kalangan industri. Dengan mengantongi sertifikat MCSD, seseorang dianggap telah mampu mendemonstrasikan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah organisasi dalam proses perancangan, implementasi, dan administrasi dari suatu solusi bisnis dengan menggunakan produk Microsoft.
  • Sertifikasi untuk Database
Setelah membahas sertifikasi untuk bahasa pemrograman, pada bagian ini akan dibahas macam sertifikasi untuk keterampilan dalam teknologi database yang banyak digunakan. Kami memilih sertifikasi untuk Oracle dan Microsoft SQl Server.

a. Oracle

Sampai sekarang perusahaan software kedua terbesar di dunia ini masih merupakan penikmat pangsa pasar terbesar untuk software database. Ini membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikasi yang paling populer dan banyak dicari. Laporan IDC Certified Report 2002 menyebutkan bahwa sertifikasi Oracle adalah kualitas yang paling dicari oleh pasar TI.

Dalam situsnya Oracle menyebutkan bahwa 97 dari pemegang Oracle Certified Professional (OCP) mengatakan bahwa mereka diuntungkan oleh sertifikasi tersebut, 89% merasa kepercayaan diri terkait penguasaan keahlian Oracle meningkat, dan 96% mengaku menganjurkan program sertifikasi Oracle kepada orang lain. Sementara bagi perusahaan yang memiliki pegawai yang telah tersertifikasi, Oracle mengklaim bahwa berdasarkan survai perusahaan-perusahaan tersebut melaporkan penurunan waktu downtime sebesar 49%.

Untuk memenuhi kebutuhan industri akan berbagai spesialisasi keahlian dalam menggunakan teknologi Oracle, Oracle saat ini menawarkan tiga jenis sertifikasi Oracle. Setiap jalur sertifikasi dirancang untuk menguji penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi Oracle untuk suatu bidang kerja tertentu seperti developer, administrator, atau Web server administrator.

Salah satu yang membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang tinggi adalah tingkat kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Untuk setiap ujian, peserta baru dinyatakan lulus apabila skornya minimal 70 %. “Saya selalu menanyakan kesiapan setiap calon peserta ujian sertifikasi. Ujian Oracle tidak murah dan tidak mudah sehingga sayang sekali apabila harus tidak lulus,” ujar Mardjuki (Education Director, Oracle University Indonesia).

Di lain pihak hal tersebut membuat pemegang sertifikat Oracle menjadi barang langka. Di Indonesia misalnya, menurut Mardjuki baru ada sekitar 300 pemegang sertifikat jenjang OCP, sementara untuk jenjang OCM jumlah mungkin hanya sebatas hitungan jari.

b. Microsoft

Microsoft menawarkan satu jenis sertifikasi untuk penguasaan teknologi produk database andalannya, Microsoft SQl Server. Microsoft Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan kemampuan merancang, mengimplementasi, dan melakukan administrasi database Microsoft SQl Server..
  • Sertifikasi untuk Office
Sebagai aplikasi desktop, Microsoft Office mungkin menjadi aplikasi yang paling akrab dengan keseharaian pekerjaan kita. Mulai dari membantu menulis surat sampai membuat perencanaan proyek. Populernya aplikasi Microsoft Office dan kemudahan pemakaiannya seringkali membuat banyak penggunanya tidak merasa perlu untuk mempelajarinya secara serius. Padahal hal tersebut mungkin berakibat pada rendahnya utilitas pemanfaatan berbagai feature yang sebenarnya disediakan oleh Microsoft Office, dan tanpa disadari membuat kerja tidak seefisien seharusnya.

Sertifikasi Microsoft Office Specialist (Office Specialist) adalah sertifikasi premium untuk aplikasi desktop Microsoft. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi dengan standar global untuk validasi keahlian dalam menggunakan Microsoft Office dalam meningkatkan produktivitas kerja.
  • Sertifikasi di Bidang Jaringan
Sertifikasi yang paling populer di bidang jaringan adalah sertifikasi Cisco. Memang bukan rahasia bahwa Cisco merupakan pemegang pangsa pasar terbesar di bidang jaringan sampai saat ini. Selain sertifikasi Cisco, sertifikasi di bidang jaringan yang juga cukup populer adalah sertifikasi yang diberikan oleh CompTIA, Novell, dan Solaris.
  • Sertifikasi di Bidang Computer Graphics dan Multimedia
Peluang karier di bidang Computer Graphics dan Multimedia sangat luas, mulai dari designer, art director, web designer, editor, multimedia artist, visualizer, visual effect artist, dan banyak lagi. Tidak heran jika training di bidang animasi, desain grafis, desain Web, digital video, dan digital imaging ini semakin diminati.

Apa yang bisa Anda lakukan jika Anda ingin diakui sebagai ahlinya di bidang desktop publishing, animasi, digital video, atau desain Web? Tentu saja Anda bisa menempuh berbagai training dan jalur sertifikasi yang ditawarkan oleh vendor-vendor aplikasi yang bergelut di bidang multimedia ini.Beberapa vendor yang mengeluarkan sertifikasi di bidang ini adalah Adobe, Macromedia, Autodesk, dan Maya.

KESIMPULAN 

Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Bagi mereka yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi sertifikasi.

Selain itu pengalaman mengikuti sertifikasi akan memberikan wawasan-wawasan baru yang mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. Selain mampu memberikan jalan yang lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga sapat membantu Anda meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja. Bahkan sertifikasi yang sudah diakui secara global ini mampu meningkatkan kompetensi Anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara. Karena itu jangan heran jika sertifikasi yang telah Anda kantongi bisa lebih dihargai dibandingkan ijazah formal Anda.

Referensi :

http://irmarr.staff.gunadarma.ac.id/.../SERTIFIKASI_KEAH...
http://rezapette.blogspot.com/2013/10/contoh-sertifikasi-nasional-dan.html 

Praktek-praktek kode etik dalam penggunaan teknologi informasi

0 komentar

Praktek-praktek kode etik dalam penggunaan teknologi informasi
Yunnisa Mutiara Sari 18110792
Komang Anom Budi Utama 13110912
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma, 2014

ABSTRAK

Semakin pesat-nya kemajuan teknologi informasi.kita harus mempunyai sebuah rencana keamanan, harus dapat mengkombinasikan peran dari kebijakan, teknologi dan orang. Dimana manusia (people), yang menjalankan proses membutuhkan dukungan kebijakan (policy), sebagai petunjuk untuk melakukannya, dan membutuhkan teknologi (technology), merupakan alat (tools), mekanisme atau fasilitas untuk melakukan

Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau dari tiga hal, yaitu Confidentiality,Integrity, dan Availability. Biasanya ketiga aspek ini sering disingkat menjadi CIA. Di mana di bawah ini akan di jelas lebih detail apa itu Integrity, Confidentiality, Availability

PENDAHULUAN 

1.1.LATAR BELAKANG 

Meningkatnya penggunaan komputer menjadi perhatian yang semakin besar, terutama pengaruhnya terhadap etika dan sosial di masyarakat pengguna. Di satu sisi, perkembangan teknologi komputer sebagai sarana informasi memberikan banyak keuntungan. Salah satu manfaatnya adalah bahwa informasi dapat dengan segera diperoleh dan pengambilan keputusan dapat dengan cepat dilakukan secara lebih akurat, tepat dan berkualitas. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi informasi, khususnya komputer menimbulkan masalah baru. Secara umum, perkembangan teknologi informasi ini mengganggu hak privasi individu. Bahwa banyak sekarang penggunaan komputer sudah di luar etika penggunaannya, misalnya: dengan pemanfaatan teknologi komputer, dengan mudah seseorang dapat mengakses data dan informasi dengan cara yang tidak sah. Belum lagi ada sebagian orang yang memanfaatkan komputer dan internet untuk mengganggu orang lain dengan tujuan sekedar untuk kesenangan serta hobinya. Adapula yang memanfaatkan teknologi komputer ini untuk melakukan tindakan kriminal. Bukan suatu hal yang baru bila kita mendengar bahwa dengan kemajuan teknologi ini, maka semakin meningkat kejahatan dengan memanfaatkan teknologi informasi ini.

Manusia sebagai pembuat, operator dan sekaligus pengguna system tersebutlah yang akhirnya menjadi faktor yang sangat menentukan kelancaran dan keamanan sistem. Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan unsur etika sebagai faktor yang sangat penting kaitannya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer, mengingat salah satu penyebab pentingnya etika adalah karena etika melingkupi wilayah-wilayah yang belum tercakup dalam wilayah hukum. Faktor etika disini menyangkut identifikasi dan penghindaran terhadap unethical behavior dalam penggunaan sistem informasi berbasis komputer. 

1.2. Tujuan 
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi.

PEMBAHASAN 

PRINSIP INTEGRITY, CONFIDENTIALITY, AVAILABILITY DALAM TEKNOLOGI INFORMASI 

Semakin pesat-nya kemajuan teknologi informasi.kita harus mempunyai sebuah rencana keamanan, harus dapat mengkombinasikan peran dari kebijakan, teknologi dan orang. Dimana manusia (people), yang menjalankan proses membutuhkan dukungan kebijakan (policy), sebagai petunjuk untuk melakukannya, dan membutuhkan teknologi (technology), merupakan alat (tools), mekanisme atau fasilitas untuk melakukan

Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau dari tiga hal, yaitu Confidentiality,Integrity, dan Availability. Biasanya ketiga aspek ini sering disingkat menjadi CIA. Di mana di bawah ini akan di jelas lebih detail apa itu Integrity, Confidentiality, Availability
  • Integrity
Integrity merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement.

Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication codehash functiondigital signature.
  • Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.

Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.

Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.

Akses terhadap informasi juga harus dilakukan dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Tingkat keamanan dari mekanisme otorisasi bergantung kepada tingkat kerahasiaan data yang diinginkan.
  • Availability
Availability merupakan aspek yang menjamin bahwa data tersedia ketika dibutuhkan. Dapat dibayangkan efek yang terjadi ketika proses penawaran sedang dilangsungkan ternyata sistem tidak dapat diakses sehingga penawaran tidak dapat diterima. Ada kemungkinan pihak-pihak yang dirugikan karena tidak dapat mengirimkan penawaran, misalnya.
Hilangnya layanan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari benca alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), ke kesalahan sistem (server rusak, disk rusak, jaringan putus), sampai ke upaya pengrusakan yang dilakukan secara sadar (attack). Pengamanan terhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem backup dan menyediakan disaster recovery center (DRC) yang dilengkapi dengan panduan untuk melakukan pemulihan (disaster recovery plan).
 Condition Penggunaan Teknologi Informasi
  • Privacy
Pada dasarnya privacy sama dengan confidentiality. Namun, jika confidentiality biasanya berhubungan dengan data-data perusahaan atau organisasi, sedangkan privacy lebih kearah data-data yang bersifat pribadi.
Contoh hal yang berhubungan dengan privacy adalah e-mail seorang pemakai tidak boleh dibaca oleh administrator. Hal ini untuk menjamin privacy dari isi email tersebut, sehingga tidak dapat disalah gunakan oleh pihak lain.
  • Condition Penggunaan TI
Condition Penggunaan TI adalah aturan-aturan dan kondisi yang harus ditaati pada penggunaan teknologi informasi. Hal tersebut mencakup integrity, privacy dan avaliability dari informasi yang terdapat dan dibutuhkan didalamnya.
  • Kode Etik Penggunaan Fasilitas Internet di Kantor
Kode etik penggunaan fasilitas internet di kantor hampir sama dengan kode etik pengguna internet pada umumnya, hanya saja lebih dititik beratkan pada hal-hal atau aktivitas yang berkaitan dengan masalah perkantoran di suatu organisasi atau instansi. Contohnya :
  1. Menghindari penggunaan fasilitas internet diluar keperluan kantor atau untuk kepentingan sendiri.
  2. Tidak menggunakan internet untuk mempublikasikan atau bertukar informasi internal kantor kepada pihak luar secara illegal.
  3. Tidak melakukan kegiatan pirating, hacking atau cracking terhadap fasilitas internet kantor.
  4. Mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh kantor dalam penggunaan fasilitas internet.
KESIMPULAN 

Semakin pesat-nya kemajuan teknologi informasi.kita harus mempunyai sebuah rencana keamanan, harus dapat mengkombinasikan peran dari kebijakan, teknologi dan orang. Dimana manusia (people), yang menjalankan proses membutuhkan dukungan kebijakan (policy), sebagai petunjuk untuk melakukannya, dan membutuhkan teknologi (technology), merupakan alat (tools), mekanisme atau fasilitas untuk melakukan 

Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau dari tiga hal, yaitu Confidentiality,Integrity, dan Availability. Biasanya ketiga aspek ini sering disingkat menjadi CIA. Di mana di bawah ini akan di jelas lebih detail apa itu Integrity, Confidentiality, Availability

REFERENSI:

HTTP://BATUKUYA91.BLOGSPOT.COM/P/ETIKA-PEMANFAATAN-TEKNOOGI-INFORMASI.HTML 
HTTP://JULIOCAESARZ.BLOGSPOT.COM/2011/05/PRINSIP-INTEGRITY-CONFIDENTIALITY.HTML
HTTP://NADHIADISIINI.BLOGSPOT.COM/ 

Standar Profesi Di Amerika, Kanada dan Negara- negara di Eropa

0 komentar

Standar Profesi Di Amerika, Kanada dan Negara- negara di Eropa
Yunnisa Mutiara Sari 18110792
 Komang Anom Budi Utama 13110912
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma, 2014

Abstrak

Model dan standar profesi di setiap negara berbeda-beda termasuk model dan standar profesi di Amerika dan Eropa. Negara bagian Eropa mengenal standar COTEC sedangkan Amerika dikenal dengan standar Publik nya yang mengatur agar petugas Publiknya untuk lebih sensitif terhadap tanggung jawabnya sebagai petugas publik. Oleh karena itu, dalam penulisan ini akan dibahas tentang perbedaan model standar profesi yang digunakan oleh Eropa dan Amerika.

PENDAHULUAN

Menurut hasil studi yang diluncurkan pada April 2001 oleh ITAA (Information Technology Association of America) dan European Information Technology Observatory, di Amerika pada tahun 2001 terbuka kesempatan 900.000 pekerjaan di bidang Tl. 
Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka sebagai individu. 
Semakin luasnya penerapan Teknologi Informasi di berbagai bidang, telah membuka peluang yang besar bagi para tenaga profesional Tl untuk bekerja di perusahaan, instansi pemerintah atau dunia pendidikan di era globalisasi ini. 
Secara global, baik di negara maju maupun negara berkembang, telah terjadi kekurangan tenaga professional Tl.  Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah model standar Profesi yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang agar tercipta Tenaga Kerja yang kompeten dan memenuhi kebutuhan di dunia profesionalisme.

PEMBAHASAN

MODEL DAN STANDAR PROFESI DI EROPA (INGGRIS, JERMAN DAN PERANCIS)

STANDAR PRAKTEK YANG DIKEMBANGKAN OLEH COTEC ADALAH KODE SUKARELA YANG DIRANCANG UNTUK MEMBANTU ASOSIASI NASIONAL UNTUK MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN KODE NASIONAL SESUAI DENGAN STANDAR EROPA PRAKTEK UNTUK TERAPIS OKUPASI. HAL INI DIMAKSUDKAN UNTUK PENERAPAN UMUM NAMUN DAPAT DIMODIFIKASI UNTUK DAERAH SPESIALIS MISALNYA PEDIATRI PRAKTEK, KEPEDULIAN MASYARAKAT, DAN LAIN-LAIN.

APABILA ADA KELOMPOK YANG INGIN MELAKUKAN SEPERTI INI, SETIAP MASALAH YANG BERHADAPAN DENGAN STANDAR PRAKTEK HARUS DIBERIKAN KEBIJAKAN DAN PERTIMBANGAN INFORMASI KARENA MEREKA TELAH DISERTAKAN UNTUK RELEVANSI MEREKA UNTUK SATU ATAU KEGIATAN LAIN DARI PRAKTEK PROFESIONAL KAMI. HAL YANG SANGAT PENTING ADALAH ISU-ISU YANG TERMASUK DALAM STANDAR PRAKTEK, SAAT INI HARUS RELEVAN DENGAN ANGGOTA PROFESI YANG MENGGUNAKANNYA.

STANDAR PRAKTEK COTEC ADALAH PERNYATAAN KEBIJAKAN YANG MEMBANTU UNTUK MENGATUR DAN MENJAGA STANDAR PRAKTEK PROFESIONAL YANG BAIK. DALAM KASUS DIMANA KEPUTUSAN HARUS DIBUAT TENTANG PERILAKU TIDAK PROFESIONAL DARI SEORANG AHLI TERAPI KERJA, KODE DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PANDUAN STANDAR PERILAKU PROFESIONAL YANG BENAR. WAKIL UNTUK COTEC DIMINTA UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PENUTUR ASLINYA YANG MENTERJEMAHKAN KODE KEDALAM BAHASA EROPA LAINNYA KARENA TERDAPAT FRASE DAN ISTILAH YANG SULIT DITERJEMAHKAN. TERDAPAT DUA BAGIAN UTAMA DALAM DOKUMEN INI, YAITU :
  • KODE ETIK FEDERASI DUNIA KERJA THERAPIST
  • STANDAR PRAKTEK COTEC YANG DIRANCANG TAHUN 1991 DAN DIPERBAHARUI TAHUN 1996


1. PRIBADI ATRIBUT

PEKERJAAN THERAPIST MEMILIKI INTEGRITAS PRIBADI, KEHANDALAN, KETERBUKAAN PIKIRAN DAN LOYALITAS YANG BERKAITAN DENGAN KONSUMEN DAN BIDANG PROFESSIONAL DAN KESELURUHAN. PEKERJAAN TERAPIS MERUPAKAN PENDEKATAN TERHADAP SEMUA KONSUMEN YAITU MENGHORMATI DAN MEMPERHATIKAN SITUASI MASING-MASING KONSUMEN. PEKERJAAN INI JUGA TIDAK BERTINDAK DISKRIMINASI TERHADAP PARA KONSUMEN. RAHASIA INFORMASI PRIBADI PARA KONSUMEN AKAN DIJAMIN DAN SETIAP RINCIAN PRIBADI YANG DISAMPAIKAN BERDASARKAN PERSETUJUAN MEREKA.

2. PERILAKU DALAM TIM TERAPI PEKERJAAN DAN DALAM TIM MULTI DISIPLIN

PEKERJAAN TERAPIS BEKERJA SAMA DAN MENERIMA TANGGUNG JAWAB DALAM SATU TIM YANG MENDUKUNG TUJUAN MEDIS DAN PSIKOSOSIAL YANG TELAH DITETAPKAN. PEKERJAAN TERAPIS ADALAH MENYEDIAKAN LAPORAN TENTANG KEMAJUAN INTERVENSI MEREKA DAN MEMBERIKAN ANGGOTA LAIN DARI TIM DENGAN INFORMASI YANG RELEVAN. PEKERJAAN TERAPIS BERPARTISIPASI DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL MELALUI BELAJAR SEPANJANG HIDUP DAN SELANJUTNYA MENERAPKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG DIPEROLEH DALAM KERJA PROFESIONAL MEREKA.

3. PROMOSI PROFESI

PEKERJAAN TERAPIS MEMPUNYAI KOMITMEN UNTUK MEMPERBAIKI DAN MENGEMBANGKAN PROFESI PADA UMUMNYA. MEREKA JUGA PRIHATIN TERHADAP PROMOSI TERAPI OKUPASI YANG LAIN, MASYARAKAT ORGANISASI PROFESSIONAL DAN PENGATURAN BADAN-BADAN NASIONAL SETA INTERNASIONAL TINGKAT REGIONAL.

4. STANDAR PRAKTEK KONSUMEN

UNTUK TUJUAN STANDAR COTEC PRAKTEK KONSUMEN, ISTILAH YANG DIGUNAKAN UNTUK MENJELASKAN PASIEN, KLIEN DAN ATAU WALI. HAL INI JUGA TERMASUK MEREKA YANG MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB TERAPIS KERJA.

MODEL DAN STANDAR PROFESI DI USA DAN KANADA

PEJABAT KEUANGAN PEMERINTAH ASOSIASI DARI AMERIKA SERIKAT DAN KANADA ADALAH ORGANISASI PROFESIONAL PEJABAT PUBLIK BERSATU UNTUK MENINGKATKAN DAN MEMPROMOSIKAN MANAJEMEN PROFESIONAL SUMBER DAYA KEUANGAN PEMERINTAH DENGAN MENGIDENTIFIKASI, MENGEMBANGKAN DAN MEMAJUKAN STRATEGI FISKAL, KEBIJAKAN, DAN PRAKTEK UNTUK KEPENTINGAN PUBLIK.

UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT, APARAT PEMERINTAH MEMBIAYAI SEMUA YANG DIPERINTAHKAN UNTUK MEMATUHI STANDAR HUKUM, MORAL, DAN PROFESIONAL PERILAKU DALAM PEMENUHAN TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL MEREKA. STANDAR PERILAKU PROFESIONAL DIATUR SEBAGAIMANA DALAM KODE INI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA SEMUA ORANG YANG TERLIBAT DALAM KEUANGAN PUBLIK.

1. PRIBADI STANDAR

PETUGAS PEMBIAYAAN PEMERINTAH HARUS MENUNJUKKAN DAN MENDEDIKASIKAN CITA-CITA TERTINGGI, KEHORMATAN DAN INTEGRITAS DALAM SEMUA HUBUNGAN MASYARAKAT SERTA PRIBADI UNTUK MENDAPAT RASA HORMAT, KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN YANG MENGATUR PEJABAT, KARYAWAN DAN MASYARAKAT. MEREKA HARUS MEMATUHI PRAKTEK PROFESIONAL YANG TELAH DISETUJUI DAN MERUPAKAN STANDAR YANG DIANJURKAN.

2. TANGGUNG JAWAB PEJABAT PUBLIK

PETUGAS PEMBIAYAAN PEMERINTAH HARUS MENGAKUI DAN BERTANGGUNG JAWAB SEBAGAI PEJABAT DI SEKTOR PUBLIK. MEREKA HARUS MENJUNJUNG TINGGI UNDANG-UNDANG, KONSTITUSI, DAN PERATURAN YANG MENGATUR TINDAKAN MEREKA DAN MELAPORKAN PELANGGARAN HUKUM KEPADA PIHAK YANG BERWENANG.

3. PENGEMBANGAN PROFESIONAL

PETUGAS PEMBIAYAAN PEMERINTAH BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENJAGA KOMPETENSI MEREKA SENDIRI, UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KOLEGA MEREKA DAN UNTUK MEMBERIKAN DORONGAN BAGI MEREKA YANG INGIN MEMASUKI BIDANG KEUANGAN PEMERINTAH. PETUGAS PEMBIAYAAN PEMERINTAH BERTANGGUNG JAWAB KEPADA PETUGAS KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN DALAM PELAYANAN PUBLIK.

4. INTEGRITAS PROFESIONAL – INFORMASI

PETUGAS PEMBIAYAAN PEMERINTAH HARUS MENUNJUKKAN INTEGRITAS PROFESIONAL DALAM PENERBITAN DAN PENGELOLAAN INFORMASI. MEREKA HARUS SENSITIF DAN RESPONSIF TERHADAP PERTANYAAN DARI MASYARAKAT DAN MEDIA DALAM KERANGKA KEBIJAKAN PEMERINTAH NEGARA BAGIAN ATAU LOKAL.

5. INTEGRITAS PROFESIONAL – HUBUNGAN

PETUGAS PEMBIAYAAN PEMERINTAH HARUS BERTINDAK DENGAN KEHORMATAN, INTEGRITAS DAN KEBIJAKAN DALAM SEMUA HUBUNGAN PROFESIONAL. MEREKA AKAN MEMPROMOSIKAN KESEMPATAN KERJA YANG SAMA SEHINGGA TIDAK TERDAPAT DISKRIMINASI, PELECEHAN ATAU PRAKTIK YANG TIDAK ADIL LAINNYA.

6. KONFLIK KEPENTINGAN

PETUGAS PEMBIAYAAN PEMERINTAH HARUS SECARA AKTIF MENGHINDARI MUNCULNYA KENYATAAN YANG BERBENTURAN DENGAN KEPENTINGAN. MEREKA TIDAK AKAN MENGGUNAKAN MILIK UMUM ATAU SUMBER DAYA DEMI KEPENTINGAN PRIBADI ATAU POLITIK.

KESIMPULAN

Model dan standar profesi di setiap negara berbeda-beda termasuk model dan standar profesi di Amerika dan Eropa. Negara bagian Eropa mengenal standar COTEC sedangkan Amerika dikenal dengan standar Publik nya yang mengatur agar petugas Publiknya untuk lebih sensitif terhadap tanggung jawabnya sebagai petugas publik. 

Referensi:
http://iqbalhabibie.staff.gunadarma.ac.id/.../Perbedaan+mod.


Tutorial Matematika

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review